Senin, 15 Maret 2010

TIGA HARI SAJA

RENUNGAN : TIGA  HARI  SAJA
Sebenarnya, kita hanya punya 3 hari saja...
Yang pertama:

Hari kemarin.  Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
                 Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
                 Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...
Yang kedua:
Hari esok.  Hingga mentari esok hari terbit, Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
              Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
              Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...
Yang tersisa kini hanyalah
                                        hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup; pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini.
Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.  Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena
siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.
Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga! 

Kamis, 25 Februari 2010

Orang Tua Bijak

Menjadi orang tua tidak ada sekolahnya, dengan demikian untuk menjadi orang tua biasanya mereka berkaca dari apa yang telah mereka alami dulu ketika masih anak-anak. Padahal bisa jadi apa yang dialaminya dulu sudah tidak efektif lagi untuk diterapkan saat ini. Oleh karena itu dalam artikel ini akan diulas bagaimana menjadi orang tua dambaan anak-anak.
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah :
1. Mau meminta maaf dan mengucapkan mengucapkan terima kasih.
    Ketika orang tua mau melakukan hal itu, anak merasa dirinya dihargai, dan pada akhirnya anak juga akan     melakukan tindakan yang sama
2. Menepati jika berjanji.
    Hendaknya orang tua menepati janji yang telah disepakati bersama anak, karena jika tidak, akan membuat     tidak percaya kepadanya.
3. Tidak memberikan “label” pada anak.
    Tanpa disadari pemberian “label” kepada anak bisa mempengaruhi perkembangannya karena akan
    mempengaruhi citra anak terhadap dirinya, dan akhirnya citra semacam itu akan selalu melekat pada
    dirinya.
4. Senyum dan memberi sentuhan fisik
    Senyum adalah sodaqoh, dan anak akan berkembang dengan emosi yang positif ketika orang tua banyak
    tersenyum kepadanya. Sementara itu ciuman atau belaian singkat akan memberikan rasa aman bagi anak.
5. Lebih baik melakukan tindakan daripada sekedar kata-kata.
    Daripada orang tua teriak-teriak ketika anak tidak merapikan mainannya, akan lebih efektif jika ibu
    bersama-sama dengan anak untuk membereskan semua itu.
6. Lebih merespon ketika anak berbuat negative, daripada ketika anak berbuat positif.
    Ketika anak berbuat baik, tidak ada komentar ataupun pujian dari orang tua atas tindakan tersebut, karena     orang tua merasa demikian yang seharusnya dilakukan anak. Akan tetapi ketika anak banyak melakukan
    tindakan yang negatif, orang tua justru meresponnya. Hal ini akan menyebabkan anak cenderung
    mengulang tindakan negatifnya itu, karena bisa jadi anak berbuat negatif karena ingin mendapatkan
    perhatian orang tua.
6. Tidak mengucapkan kata “jangan”
    Daripada mengatakan “jangan” yang berarti menolak akan lebih baik jika orang tua menunjukkan alternatif     lain atas larangan tersebut. Karena ketika dikatakan tidak boleh anak justru penasaran dan justru ingin
    mencobanya.
7. Menghargai pertanyaan anak.
    Anak yang banyak bertanya dan bahkan suka “mengganggu” orang tuanya cenderung lebih cerdas
    daripada anak yang pasif. Dengan demikian, orang tua yang menstimulasi anak untuk lebih banyak bertanya     dan orang tua juga mau menjawab setiap pertanyaan anak akan menentukan kecerdasannya.
8. Tidak menghukum secara fisik
    Karena ketika pada awalnya hukuman fisik diberikan, anak akan merasakan sakit dan ia akan
    menghentikan perilaku negatifnya. Akan tetapi lama kelamaan hukuman fisik ini tidak efektif lagi, karena
    anak sudah terbiasa dengan rasa sakit itu, walaupun orang tua sudah meningkatkan cara memberi
    hukuman, yang membuat anak semakin sakit. Selain tidak efektif untuk menerapkan disiplin, hukuman fisik     juga bisa melukai harga diri anak dan merugikan hubungan anak-orang tua.

Rabu, 04 November 2009

3 Pendekar

Cerita dari teman...
rewrite: Jane Pangemanan, ST.

3 Pendekar
 
Saya lahir tahun 78 dan dua tahun kemudian ibu saya meninggal karena
suatupenyakit. Apalah yang dimiliki seorang anak umur 2 tahun ketika
ditinggal ibunya kecuali tangis ketidaktahuan. Ketidaktahuan karena
belum bisa berpikir tetapitelah diberi Tuhan perasaan sepi dan kehilangan.
Di sebelah utara rumah saya,tinggal seorang pemuda idiot.
Dia kira-kira berumur 12 tahun ketika ibu sayameninggal.
Selain itu, di sebelahnya tinggal pula seorang pemuda lain berumur 
20-an tahunyang belum pernah bersekolah,
tidak bisa membaca dan bekerja sebagai kusirandong (kereta/bendi).
Sementara di sebelah barat rumah saya, tinggal pemuda yang juga berumur
20-an tahun, terbelakang, bodoh dan harus keluar dari kelas I SD
karena tak bisa mengikuti pelajaran sedikitpun.
Sebagai anak berumur 2 tahun, tentu saja saya belum begitu mengenal
mereka. Tetapi seiring waktu, saya mulai tahu bahwa merekalah sahabat
terbaik dalamhidup saya.
Akal saya yang semakin terasah ketika berumur 5 tahun dan ingatan yang
semakin kuat mematri kenangan saya dengan 3 orang hebat dalam hidup saya
tersebut.
Merekalah yang saya sebut sebagai 3 pendekar dalam hidup saya.
Tiga orang yang sama-sama terbelakang, tidak bisa membaca dan sering 
dianggap "agak kurang" (bahasa halus untuk sedikit gila) oleh tetangga-
tetangga, tenyatamerupakan penyelamat hidup saya.
Pemuda pertama, anak belasan tahun yang saya tahu dipanggil Adek,
idiot danselalu mengeluarkan air liur dari mulutnya.
Karena tak pernah memiliki temanbermain, saya lah yang selalu dipandangnya
dari jendela rumah.
Ketika semua orang mengusir dan anak-anak lain takut untuk mendekat,
dia mencoba mengenal saya.
Dialah yang kemudian merawat saya, karena ketiadaan ibu dan ayah yangterlalu
jarang di rumah.
Anak idiot itulah yang mengajari saya bermain, membuatkan wayang suket
(rumprut/jerami), mencari kodok di sawah, berendam dikali atau menonton
karnaval 17 Agustus yang tiap tahun diadakan di kotakecamatan.
Pemuda dua puluhan tahun yang menjadi kusir andong tadi bernama Gandul.
Keterbelakangannya justru menjadi sumber kebaikan hati.
Setiap hari, begitu pulang dari bekerja, dia selalu menyisihkan uang Rp 50-100
di bawah jok andongnya.
Uang itu khusus disediakan untuk saya, anak SD yang tak pernah lagi menerima
uang saku dari ayahnya.
Selama bertahun-tahun, Gandul melakukan itu karena tahu bahwa
saya takpernah bisa jajan jika dia lupa menyisihkan.
Dia juga yang mengajak saya jalan-jalan, menjadi kernet andong atau bersuka
dengan kudanya.
Pemuda ketiga bernama Darsio, karena tak juga bisa melakukan apa yang
dilakukankawan-kawannya, dia dikeluarkan dari sekolah.
Mulai itulah dia mendekati saya,mengajak saya bermain di kebunnya yang luas.
Mencarikan buah apapun yang saya inginkan. Jika saya lagi kepingin pisang,
diaakan mencarinya.
Begitu pula ketika saya minta kelapa muda di satu siang yangpanas, dia akan
mengajak saya ke kebun dan memetikkan beberapa.
Darsio mengajari saya berenang, kadang berpetualang seharian ke tempat-tempat
yang jauh, berjalankaki dan melatih keberanian saya.
Karena sebelumnya saya memang terlalu penakut dan mudah menangis.
Agar tubuh saya kuat, dia juga memberi segelas susu kedelai dari pabrik tahu milik
orang tuanya hampir setiap hari. 
Ketiga orang itu, 3 pendekar yang mengisi hidup masa kecil saya.
Menemani dengan tulus sehingga kini saya bisa berpikir bahwa Tuhan memang
mengambil ibu saya, 
tetapi Dia mengirimkan 3 orang hebat dalam hidup saya.
Ketiganya terbelakang, tidak sekolah, tak bisa membaca, bahkan dua
diantaranya sampai kini tak punyaistri.
Tetapi merekalah yang mengajari saya banyak hal, menemani tahun-tahunsepi,
membantu saya siap untuk mandiri.
Kini saya 24 tahun dan akan segera menyelesaikan kuliah.
Karena pengalaman hidupitulah saya bisa bertahan hingga sekarang, merantau,
mandiri, dan memiliki pandangan positif terhadap makluk ciptaan Tuhan
seperti apapun adanya.
Untunglah saya dibesarkan oleh 3 orang idiot dan bukannya 3 orang profesor,
3orang kaya, atau 3 bisnisman.
Sehingga saya bisa memaknai hubungan antar manusia, bukan karena kapasitas 
intelektual, uang atau kesuksesan.
Bagi saya, ketulusan untuk memberi dan sikap menjadi manusia seutuhnya
itu lebih penting. 
Berkah dari 3 pendekar hebat, dan karena itulah saya selalu beranggapan,
sepertiapapun kondisinya, hidup kita diciptakan Tuhan sangat indah.
Kalau mata kitamemandangnya dengan indah pula. 
 
 
 *** Tahukah Anda. Di Amerika kasus orang bunuh diri lebih banyak
dari kasus pembunuhan.
Aksi bunuh diri di Amerika Serikat terjadi setiap 2 jam 2,5 menit,
ada 734.000 kasus percobaan bunuh diri setiap tahunnya di Amerika,
dan yang paling banyak melakukan aksi bunuh diri berusia antara 10 hingga
14 tahun. 

Minggu, 01 November 2009

WISE words / KATA BIJAK HARI INI


The world has the habit of making room for the man
whose words and actions show that he knows where he
is going

Dunia ini memiliki kebiasaan memberi ruang bagi
orang yang ucapan dan tindakannya menunjukkan
bahwa ia mengetahui tujuannya

(Napoleon Hill)

Jumat, 30 Oktober 2009

Berpikir Sederhana

Berpikir Sederhana
 
Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan
membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa
hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya
pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu
di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-
binatang buruan.
 
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang
hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan
parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa
diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri
dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor
rusa besar yang saya incar?"
 
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti
di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia
berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan,
sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-
langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi
ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia
menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.
 
Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu
sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika
rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak,
Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum
sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
 
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh
sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan
bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-
kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa
mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang
orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak
mendapatkan apa-apa.
 
Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang
mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim,
baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak
menemukan siapa-siapa

BERSYUKUR

Ada pepatah Cina kuno mengatakan:;
 
dengan MELIHAT, aku TAHU
dengan MENDENGAR, aku MENGERTI
dengan MENJALANI, aku PAHAM
 
Selalu bersyukur akan membuat kita bahagia.
 
Beberapa cerita berikut ini menggambarkannya...
 
Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya
pada sopir pribadinya, "Bagaimana 'kira-kira cuaca hari
ini?" Si sopir menjawab,
 
"Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai." Merasa
penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya
lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu yakin?".Supirnya
menjawab, "Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak
selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya
selalu menyukai apapun yang saya dapatkan".
 
Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur.
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan
bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai,
tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur
akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa
kurang dan tak bahagia.
 
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
 
Pertama, kita sering memfokuskan ;diri pada apa yang kita
inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
 
Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan,
pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih
merasa kurang.
 
Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda
begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil
mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak
uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita
terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah
mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat.
Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi,
betapapun banyaknya harta yang kita miliki kita tak pernah
menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.
 
 
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya".
Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal,
tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka
miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,
tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak
tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus
pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di
sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan
syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
 
 
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan,
pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan
menjadi lebih menyenangkan.
 
 
Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan
orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang
Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur.
 
;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh
karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah
lama rusak.
 
Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki,
tapi tetap ceria karena masih bisa mempergunakan
tangannya. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan
mulai mengucap syukur.
 
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah
adanya kecenderungan membanding-bandingkan diri kita
dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung.
Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai,
lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih
kaya dari kita.
 
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari
rumput di pekarangan sendiri.
 
Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.
Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam,
"Lulu, Lulu."
 
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang
dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi
gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung
manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut
melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di
tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya
masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian
menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan
Lulu."...
 
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa
yang kita miliki.Karena itu bersyukur merupakan kualitas
hati yang tertinggi.
 
Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang
terapung dilaut karena kapalnya karam, namun tetap
berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab,
"Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah
meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau
berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat
berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati
tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan
berjumpa dengan anak pertama saya di surga."


 Sungguh temanku, rasa syukur itu memang sangat luuaar
biasa dan teramat sangat membahagiakan hati !

Kamis, 29 Oktober 2009

TUHAN TAHU

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk
menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu
hendak berbuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU


***
Jika kau sangat diberkati dengan artikel ini, sampaikanlah kepada
teman * teman yang kau kasihi !